Beranda / Pelatihan / Geology / TRAINING GEOTEKNIK
Geology

TRAINING GEOTEKNIK

Dalam pekerjaan konstruksi dan pertambangan, investigasi geoteknik diperlukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi bawah permukaan. Data tersebut kemudian digunakan untuk menentukan parameter desain seperti soil strength, shear strength, bearing capacity, settlement, permeability, rock mass classification, serta faktor keamanan.

2 views
TRAINING GEOTEKNIK

Latar Belakang

Geoteknik merupakan salah satu bidang penting dalam pekerjaan teknik sipil, pertambangan, konstruksi, infrastruktur, dan pengelolaan lahan karena berkaitan dengan perilaku tanah, batuan, air tanah, serta interaksi antara material geologi dengan struktur atau pekerjaan di atasnya.

Kondisi geoteknik yang tidak dipahami dengan baik dapat menimbulkan berbagai risiko seperti longsor, settlement, bearing capacity failure, slope instability, rockfall, liquefaction, hingga kegagalan struktur dan infrastruktur. Oleh karena itu, pemahaman mengenai karakteristik tanah dan batuan menjadi bagian penting dalam proses perencanaan, desain, konstruksi, operasi, maupun monitoring.

Selain investigasi dan analisis, pekerjaan geoteknik juga membutuhkan pemahaman mengenai soil mechanics, rock mechanics, site investigation, laboratory testing, slope stability, foundation engineering, excavation, retaining structure, dan geotechnical monitoring.

Training Geoteknik dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai prinsip dasar dan penerapan geoteknik dalam berbagai kegiatan teknik. Peserta akan mempelajari karakteristik tanah dan batuan, investigasi lapangan, pengujian laboratorium, analisis stabilitas lereng, pondasi, settlement, pengelolaan air tanah, hingga monitoring kondisi geoteknik.

Melalui kombinasi teori, studi kasus, diskusi, latihan perhitungan, simulasi, dan workshop, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi peserta dalam melakukan identifikasi, analisis, evaluasi, dan pengendalian risiko geoteknik secara sistematis dan aplikatif.

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep dasar geoteknik.
  • Memahami prinsip mekanika tanah dan mekanika batuan.
  • Memahami karakteristik dan klasifikasi tanah.
  • Memahami karakteristik dan klasifikasi batuan.
  • Memahami proses investigasi geoteknik.
  • Menentukan parameter geoteknik yang diperlukan untuk desain.
  • Memahami metode pengujian tanah dan batuan.
  • Memahami konsep shear strength.
  • Memahami bearing capacity.
  • Memahami settlement dan consolidation.
  • Memahami konsep slope stability.
  • Mengidentifikasi potensi longsor dan kegagalan lereng.
  • Memahami prinsip desain pondasi.
  • Memahami pengaruh air tanah terhadap kondisi geoteknik.
  • Memahami prinsip excavation dan retaining system.
  • Memahami geotechnical risk assessment.
  • Memahami metode monitoring geoteknik.
  • Menganalisis data hasil investigasi geoteknik.
  • Menentukan strategi mitigasi risiko geoteknik.
  • Menyusun rekomendasi dasar pengelolaan kondisi geoteknik.

Peserta yang Direkomendasikan

Pelatihan ini dirancang bagi para profesional yang terlibat dalam pekerjaan geoteknik, konstruksi, pertambangan, infrastruktur, dan pengelolaan lahan, antara lain:

Geotechnical Engineer:
Yang bertanggung jawab terhadap investigasi, analisis, desain, dan evaluasi kondisi geoteknik.

Civil Engineer:
Yang membutuhkan pemahaman kondisi tanah dan batuan dalam pekerjaan konstruksi dan infrastruktur.

Mining Engineer:
Yang terlibat dalam analisis kestabilan lereng tambang, pit, disposal, dan infrastruktur pertambangan.

Engineering Geologist:
Yang menangani karakterisasi kondisi geologi dan geoteknik untuk mendukung pekerjaan teknik.

Geologist:
Yang membutuhkan pemahaman mengenai karakteristik batuan dan kondisi geologi dalam pekerjaan geoteknik.

Foundation Engineer:
Yang menangani investigasi, analisis, dan desain pondasi.

Slope Stability Engineer:
Yang menangani analisis dan monitoring kestabilan lereng.

Site Engineer:
Yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan tanah, pondasi, excavation, dan konstruksi di lapangan.

Project Engineer:
Yang bertanggung jawab terhadap aspek teknis proyek dan pengendalian risiko geoteknik.

Construction Manager:
Yang mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang berkaitan dengan tanah dan struktur penahan.

Surveyor:
Yang melakukan pengukuran kondisi permukaan dan deformasi untuk mendukung monitoring geoteknik.

Environmental Engineer:
Yang menangani aspek lingkungan yang berkaitan dengan kondisi tanah, air tanah, dan kestabilan lahan.

Mine Planning Personnel:
Yang membutuhkan data geoteknik dalam perencanaan tambang dan desain pit.

HSE/K3 Personnel:
Yang menangani aspek keselamatan dan pengendalian risiko dalam pekerjaan yang memiliki potensi bahaya geoteknik.

Metode Training

Pelatihan menggunakan pendekatan pembelajaran interaktif dan aplikatif melalui:

Interactive Presentation:
Pemaparan konsep geoteknik, mekanika tanah, mekanika batuan, site investigation, foundation, slope stability, dan geotechnical monitoring.

Case Study:
Analisis berbagai kasus longsor, settlement, kegagalan pondasi, ketidakstabilan lereng, dan permasalahan geoteknik lainnya.

Calculation Exercise:
Latihan dasar perhitungan bearing capacity, settlement, shear strength, factor of safety, dan parameter geoteknik lainnya.

Site Investigation Workshop:
Latihan menyusun rencana investigasi, memilih metode pengujian, serta menginterpretasikan hasil penyelidikan tanah dan batuan.

Slope Stability Workshop:
Latihan mengidentifikasi potensi mekanisme kegagalan lereng dan menentukan strategi pengendalian risiko.

Geotechnical Monitoring Exercise:
Latihan memahami data monitoring seperti inclinometer, piezometer, settlement monitoring, dan deformation monitoring.

Group Discussion:
Diskusi mengenai permasalahan geoteknik yang sering terjadi di lapangan serta strategi mitigasi dan peningkatan keselamatan.

Durasi

Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari atau dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan maupun institusi.

Lokasi Pelatihan

Pelatihan tersedia dalam format:

  • Online Training
  • Offline Training
  • In House Training

dengan lokasi pelaksanaan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, serta kota-kota lainnya di Indonesia.

Penutup

Geoteknik merupakan salah satu aspek fundamental dalam memastikan keamanan dan keberhasilan berbagai pekerjaan konstruksi, pertambangan, infrastruktur, dan pengembangan lahan. Pemahaman yang baik terhadap kondisi tanah, batuan, air tanah, dan perilaku massa tanah atau batuan dapat membantu mengurangi risiko kegagalan dan meningkatkan keandalan desain maupun pelaksanaan pekerjaan.

Melalui Training Geoteknik, peserta akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai Soil Mechanics, Rock Mechanics, Geotechnical Investigation, Soil Strength, Rock Mass Characterization, Foundation Engineering, Slope Stability, Groundwater, Excavation, Ground Improvement, hingga Geotechnical Monitoring dan Risk Management.

Dengan kompetensi tersebut, peserta diharapkan mampu memahami kondisi geoteknik, menginterpretasikan hasil investigasi, menentukan parameter desain, mengidentifikasi potensi risiko, memahami metode pengendalian kestabilan tanah dan batuan, serta mendukung pengambilan keputusan teknis yang lebih tepat.

Segera daftarkan perwakilan Geotechnical Engineer, Civil Engineer, Mining Engineer, Engineering Geologist, Geologist, Foundation Engineer, Slope Stability Engineer, Site Engineer, Project Engineer, Construction Manager, Surveyor, Environmental Engineer, Mine Planning Personnel, maupun HSE/K3 Personnel di organisasi Anda untuk mengikuti pelatihan ini. Untuk informasi pendaftaran, penawaran harga khusus perusahaan, atau permintaan program In-House Training, silakan menghubungi tim layanan pelanggan PAJON Training & Consulting.

 

Form Pendaftaran

Belum ada jadwal tersedia. Anda tetap bisa mendaftar dan kami akan menghubungi Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui syarat dan ketentuan kami

Tanya via WhatsApp
Kategori: Geology
Sertifikat resmi diberikan

Bagikan:

WA LinkedIn