TRAINING ASME PTC 46
Dalam kegiatan pembangkitan, perubahan kecil pada parameter operasi seperti heat rate, thermal efficiency, fuel consumption, power output, auxiliary power, dan kondisi peralatan dapat memberikan dampak signifikan terhadap biaya operasi dan konsumsi bahan bakar. Oleh karena itu, diperlukan metode pengujian performa yang terstruktur, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Latar Belakang
Kinerja pembangkit listrik merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan efisiensi, keandalan, dan keekonomian operasi fasilitas pembangkitan. Evaluasi performa yang dilakukan secara akurat diperlukan untuk mengetahui apakah suatu Power Generation Plant mampu mencapai tingkat kinerja sesuai dengan desain, kontrak, maupun kondisi operasi yang ditetapkan.
ASME PTC 46 – Performance Test Code on Overall Plant Performance merupakan salah satu acuan yang digunakan dalam evaluasi kinerja keseluruhan pembangkit. Pemahaman terhadap ASME PTC 46 penting bagi engineer, operator, performance engineer, consultant, maupun pihak lain yang terlibat dalam performance testing, acceptance testing, commissioning, troubleshooting, dan evaluasi efisiensi pembangkit.
Pelaksanaan performance test membutuhkan pemahaman mengenai test boundary, measurement, instrumentation, uncertainty, correction, data validation, heat rate calculation, serta metode evaluasi hasil pengujian. Kesalahan dalam menentukan batas pengujian, mengambil data, melakukan perhitungan, maupun menerapkan koreksi dapat menghasilkan kesimpulan performa yang kurang akurat.
Training ASME PTC 46 dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai prinsip dan penerapan ASME PTC 46 dalam pengujian performa keseluruhan pembangkit. Peserta akan mempelajari konsep performance testing, test preparation, measurement requirements, data acquisition, uncertainty analysis, calculation methodology, correction factors, hingga interpretasi hasil performance test.
Melalui kombinasi teori, studi kasus, diskusi, latihan perhitungan, dan workshop, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi peserta dalam melaksanakan dan mengevaluasi overall plant performance test secara sistematis, akurat, dan sesuai prinsip pengujian performa yang berlaku.
Tujuan
Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu:
- Memahami konsep dasar performance testing pembangkit.
- Memahami tujuan dan ruang lingkup ASME PTC 46.
- Memahami prinsip Overall Plant Performance.
- Memahami konsep test boundary dan test condition.
- Mengidentifikasi parameter utama dalam performance test.
- Memahami kebutuhan instrumentasi dan measurement system.
- Memahami proses test preparation.
- Menentukan kebutuhan data untuk performance testing.
- Memahami proses data acquisition dan data validation.
- Memahami konsep measurement uncertainty.
- Mengidentifikasi sumber ketidakpastian pengukuran.
- Memahami perhitungan plant performance.
- Memahami konsep heat rate dan thermal efficiency.
- Memahami pengaruh auxiliary power terhadap performa pembangkit.
- Memahami correction factor dan application of corrections.
- Melakukan analisis dan evaluasi data performance test.
- Mengidentifikasi data abnormal dan test result deviation.
- Memahami penyusunan performance test report.
- Mengevaluasi hasil pengujian terhadap performance guarantee.
- Meningkatkan kemampuan troubleshooting berdasarkan hasil performance test.
Peserta yang Direkomendasikan
Pelatihan ini dirancang bagi para profesional yang terlibat dalam pengoperasian, pengujian, evaluasi, dan pemeliharaan pembangkit listrik, antara lain:
Performance Engineer:
Yang bertanggung jawab terhadap monitoring, evaluasi, dan peningkatan kinerja pembangkit.
Power Plant Engineer:
Yang menangani aspek teknis operasi dan performa sistem pembangkit.
Mechanical Engineer:
Yang terlibat dalam evaluasi performa turbin, boiler, heat recovery system, dan peralatan mekanikal lainnya.
Electrical Engineer:
Yang menangani pengukuran output listrik, auxiliary power, serta evaluasi sistem kelistrikan pembangkit.
Operation Engineer:
Yang membutuhkan pemahaman performance test untuk mengevaluasi kondisi operasi pembangkit.
Power Plant Operator:
Yang terlibat dalam pengoperasian pembangkit dan menjaga kondisi operasi selama performance test.
Commissioning Engineer:
Yang terlibat dalam commissioning dan performance acceptance test pembangkit.
Maintenance Engineer:
Yang menggunakan data performa untuk mengevaluasi degradasi dan menentukan kebutuhan pemeliharaan.
Instrumentation & Control Engineer:
Yang bertanggung jawab terhadap instrumentasi, measurement system, calibration, dan data acquisition.
Testing & Commissioning Personnel:
Yang melaksanakan pengujian dan verifikasi performa peralatan maupun keseluruhan plant.
Energy Efficiency Personnel:
Yang melakukan evaluasi efisiensi energi dan optimalisasi konsumsi bahan bakar.
Consultant & Engineering Personnel:
Yang terlibat dalam engineering, assessment, commissioning, performance testing, dan evaluasi pembangkit.
Project Manager & Plant Manager:
Yang membutuhkan pemahaman performa pembangkit untuk mendukung evaluasi proyek dan pengambilan keputusan.
Metode Training
Pelatihan menggunakan pendekatan pembelajaran interaktif dan aplikatif melalui:
Interactive Presentation:
Pemaparan konsep ASME PTC 46, performance testing, measurement, heat rate, uncertainty, correction, dan performance evaluation.
Case Study:
Analisis kasus penyimpangan performa pembangkit, perubahan heat rate, peningkatan auxiliary power, dan penurunan efisiensi.
Calculation Exercise:
Latihan menghitung heat rate, thermal efficiency, power output, auxiliary power, dan parameter performa lainnya.
Data Analysis Workshop:
Latihan mengolah dan mengevaluasi data performance test, mengidentifikasi outlier, serta melakukan validasi data.
Uncertainty Exercise:
Latihan memahami sumber ketidakpastian dan penerapannya dalam evaluasi hasil performance test.
Performance Test Simulation:
Simulasi tahapan persiapan, pelaksanaan, pengumpulan data, evaluasi, dan pelaporan performance test.
Group Discussion:
Diskusi mengenai permasalahan performance testing dan strategi meningkatkan efisiensi serta keandalan pembangkit.
Durasi
Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari atau dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan maupun institusi.
Lokasi Pelatihan
Pelatihan tersedia dalam format:
- Online Training
- Offline Training
- In House Training
dengan lokasi pelaksanaan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, serta kota-kota lainnya di Indonesia.
Penutup
Evaluasi kinerja pembangkit secara akurat merupakan bagian penting dalam menjaga efisiensi, keandalan, dan keekonomian operasi. Performance testing yang dilakukan dengan metode yang tepat dapat memberikan informasi objektif mengenai kondisi aktual pembangkit dan membantu mengidentifikasi penyebab penurunan performa.
Melalui Training ASME PTC 46, peserta akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai Overall Plant Performance, Test Boundary, Performance Test Planning, Measurement & Instrumentation, Data Acquisition, Heat Rate, Thermal Efficiency, Measurement Uncertainty, Correction Factors, Performance Evaluation, hingga Performance Test Reporting.
Dengan kompetensi tersebut, peserta diharapkan mampu memahami prinsip pengujian performa keseluruhan pembangkit, mempersiapkan dan mengevaluasi data pengujian, melakukan perhitungan performa, memahami ketidakpastian pengukuran, mengevaluasi hasil terhadap performance guarantee, serta mengidentifikasi peluang peningkatan efisiensi pembangkit.
Segera daftarkan perwakilan Performance Engineer, Power Plant Engineer, Mechanical Engineer, Electrical Engineer, Operation Engineer, Power Plant Operator, Commissioning Engineer, Maintenance Engineer, Instrumentation & Control Engineer, Testing & Commissioning Personnel, Energy Efficiency Personnel, Consultant, maupun Plant Manager di organisasi Anda untuk mengikuti pelatihan ini. Untuk informasi pendaftaran, penawaran harga khusus perusahaan, atau permintaan program In-House Training, silakan menghubungi tim layanan pelanggan PAJON Training & Consulting.